Makanan yang kita kosumsi menyediakan bahan baku dan energi untuk pergerakan sistem di dalam tubuh yang sangat kompleks, pertumbuhan, perbaikan, dan regenerasi sel-sel setiap saat. Tubuh kita bekerja membuang sel yang telah rusak dan menggantinya dengan yang baru dan sehat. Oleh karenanya, agar tubuh tetap sehat, kita perlu mengkosumsi makanan bergizi.
Berbagi penelitian para ahli kesehatan menyimpulkan bahwa gizi seseorang sangat berpengaruh terhadap pertumbuhan badan dan daya tahan terhadap mental anak. Hal ini dihubungkan dengan terhambatnya pertumbuhan sel otak yang berlangsung pada masa bayi usia dini, bahkan sejak dalam kandungan. Buruknya mutu makanan, merupakan penyebab utama bayi dan anak seluruh dunia sejak berakhirnya perang Dunia II.
Makanan yang menyehatkan
Selain harus bergizi lengkap dan seimbang, makanan harus juga layak dikosumsi sehinga aman bagi kesehatan. Makanan yang aman adalah yang bebas dari kuman dan bahan kimia berbahaya, serta tidak bertentangan dengan keyakinan masyarakat.
Makanan yang tidak bertentangan dengan keyakinan atau norma agama dikenal dengsan istilah "halal". Selama ini konsep halal yang lazim dipergunakan dalam kaidah agama islam, sering diartikan secara sempit. Dianggap semua makanan dan minuman yang tidak mengandung unsur alkohol dan daging babi adalah halal. Konsep makanan halal sangat luas, selain tidak mengandung alkohol dan bukan daging babi, makanan harus diolah atau dipersiapkan secara higenis agar tidak mengandung cemaran (polutan) yang dapat membahayakan kesehatan manusia.
Makanan atau masakan memenuhi syrat-syarat halal dan aman utuk dikonsumsi, asal sejak bahan makanan ditanam atau diternakkan sampai siap disantap, diperlukan secara baik dan benar. Perlakukan ini pada tahap budi daya disebut budi daya yang baik. Pada tahap pengolahan di rumah tangga disebut cara penanganan yang baik. Sejak pengolahan pengemasan di pabrik sampai makanan diangkut dan dipasarkan ke tingkat pengecer atau pedagang langsung ke konsumen, harus dilakukan dengan baik dan benar. Adapun cara penanganan makanan yang baik di rumah tangga meliputi cara-cara: mempersiapakan, menyimpan, mencuci, mengolah atau memasak, serta menyimpan makanan matang yang baik dan benar. Dengan penyelenggaraan tersebut makanan akan tehindar dari kemungkinan tercemar kuman-kuman dan bahan kimia yang membahayakan kesehatan manusia.
Menerut ilmu gizi, makanan yang aman harus pula memnuhi syarat "wholesome". Artinya, zat-zat gizi tidak banyak yang hilang dan bentuk fisiknya masih utuh. Kecuali apabila makanan yang akan diolah sengaja diubah bentuk fisiknya (misalnya ikan dijadikan tepung).
Tanda-tanda umum bagi makanan yang tidak aman bagi kesehatan antara lain: berlendir, berjamur, aroma dan rasa atau warna makanan berubah. Khusus untuk makanan olahan pabrik, bila melewati tanggal kadalwarsa, atau terjadi karat atau kerusakan pada kemasan, makanan kaleng tersebut harus segera dimusnakan. Sebaiknya, makanan dengan tanda-tanda tersebut tidak deibeli dan tidak dikonsumsi, meskipun harganya sangat murah.
Demikian topik kali ini mengenai "Menu Makan Sehat" Semoga bermanfaat......
0 komentar:
Post a Comment