Sebelum kamu memahami Asuhan Keperawatan Nutrisi, pahami dulu konsep dasar nutrisinya.
Saluran Pencernaan Makanan
Sistem pencernaan berurusan dengan
penerimaan makanan dan mempersiapkannya untuk diasimilasi tubuh. Saluran
pencernaan terdiri atas bagian-bagian berikut:
1.
Mulut
Mulut
merupakan bagian awal dari saluran pencernaan dan terdiri atas dua bagian luar
yang sempit (vestibula), yaitu ruang di antara gusi, bibir, pipi, dan bagian
dalam, yaitu rongga mulut. Di dalam mulut, makanan mengalami proses mekanis
melalui pengunyahan yang akan membuat makanan dapat hancur sampai merata,
dibantu oleh enzim amylase yang akan memecah amilium yang terkandung dalam
makanan menjadi maltose.
Proses
mengunyah ini merupakan kegiatan terkoordinasi antara lidah, gigi, dan
otot-otot mengunyah. Di dalam mulut, juga terdapat kelenjar saliva yang
menghasilkan saliva untuk proses pencernaan dengan cara mencerna hidrat arang,
khususnya amylase, melicinkan bolus sehingga mudah ditelan, menetralkan, serta
mengecerkan bolus.
Kelenjar
tersebut terdiri atas: kelenjar parotis,
merupakan kelenjar penghasil saliva terbesar yang terletak di sebelah kiri dan
kanan bagian depan agak ke bawah; kelenjar
submandibularis, merupakan penghasil saliva nomer dua setelah kelenjar
parotis, terletak dibawah sisi tulang rahang; dan kelenjar sublingualis, penghasil saliva terkecil, letaknya di bawah
lidah.
Dalam proses
sekresi, saliva dipengaruhi oleh beberapa factor, di antaranya factor mekanis
(seperti adanya benda bolus dalam mulut), factor psikis (seperti bila mencium
atau mengingat makanan yang enak), dan factor kimiawi (seperti bila makanan
terasa asam atau asin).
2
Faring
Faring
merupakan bagian saluran pencernaan yang terletak di belakang hidung, mulut,
dan laring. Faring terbentuk kerucut dengan bagian terlebar di bagian atas
hingga vertebra servikal keenam. Faring langsung berhubungan dengan esophagus,
sebuah tabung yang memiliki otot dengan panjang kurang lebih 20-25 cm dan
terletak di belakang trakea, di depan tulang punggung, kemudian masuk melalui
toraks menembus diafragma yang berhubungan langsung dengan abdomen serta
menyambung dengan lambung.
Esophagus
merupakan bagian yang berfungsi menghantarkan makanan dari faring menuju
lambung. Esophagus berbentuk seperti silinder yang berongga dengan panjang
kurang lebih 2 cm dengan kedua ujungnya dilindungi oleh sfingter. Dalam keadaan
normal, sfingter bagian atas selalu tertutup, kecuali bila ada makanan masuk ke
dalam lambung. Keadaan ini bertujuan untuk mencegah gerakan balik sisi ke
porgan bagian atas, yaitu esophagus. Proses penghantaran makanan dilakukan
dengan cara peristaltic, yaitu lingkaran serabut otot di depan makanan
mengendor dan yang di belakang makanan berkontraksi.
3Lambung
Lambung
merupakan bagian saluran pencernaan yang etrdiri atas bagian atas (disebut
fundus), bagian utama dan bagian bawah berbentuk horizontal (antrum pilorik).
Lambung berhubungan dengan esophagus melalui orifisium atau kardia dan dengan
duodenum melalui orifisium pilorik. Lambung terletak di bawah diafragma dan di
depan pancreas, sedangkan limpa menempel pada sebelah kiri fundus.
Lambung
memiliki fungsi, yaitu fungsi motoris serta fungsi sekresi dan pencernaan.
Fungsi motoris lambung adalah sebagai reservoir untuk menampung makanan sampai
dengan sedikit demi sedikit dan sebagai pencampur adalah memecah makanan
menjadi partikel-partikel kecil yang dapat bercampur dengan asam lambung.
Fungsi sekresi dan pencernaan adalah mensekresi pepsin dan HCI yang akan
memecah protein menjadi pepton, amylase memecah amilium menjadi maltose. Lipase
memecah lemak menjadi asam lemak, dan gliserol membentuk B12 yaitu
di ileum, dan mensekresi mucus yang bersifat protektif. Makanan berada pada
lambung selama 2-6 jam, kemudian bercampur dengan getah lambung (cairan asam
bening tak berwarna) yang mengandung 0.4 % HCl untuk mengasamkan semua makanan
serta bekerja sebagai antiseptic dan desinfektan. Dalam getah lambung terdapat
beberapa enzim diantaranya pepsin, dihasilkan oleh pepsinogen serta berfungsi
mengubah makanan menjadi bahan yang lebih mudah larut. Berfungsi membekukan
susu atau membentuk kasein kasinogen yang dapat larut.
4Usus halus
Usus halus
merupakan tabung berlipat-lipat dengan panjang kurang lebih 2,5 m dalam keadaan
hidup. Kemudian akan bertambah panjang menjadi kurang lebih 6m pada orang yang
telah meninggal, akibatnya adanya relaksasi otot yang telah kehilangan
tonusnya. Usus halus terletak di daerah umbilicus dan dikelilingi oleh usus
besar yang memanjang dari lambung hingga katup ileo kolika.
Usus halus
terdiri atas 3 bagian, duodenum dengan panjang kurang lebih 25 cm, jejunum
dengan panjang kurang lebih 2m dan illeum dengan panjang kurang lebih 1m atau
3/5 akhir dari usus. Lapisan dinding dalam usus halus mengandung berjuta-juta
vili kira-kira sebanyak 4,5 juta, yang membentuk mukosa menyerupai beludru.
Pada permukaan setiap villi terdapat tonjolan yang menyerupai jari-jari, yang
disebut mikrovili. Villi bersama-sama dengan mikrovilli dan valvula kaniventes
menambah luasnya permukaan sekresi dan absorpsi serta menghalangi agar isinya
tidak terlalu cepat berjalan sehingga absorpsi lebih banyak terjadi.
Pada dinding
usus halus, khususnya mukosa, terdapat beberapa nodula jaringan limpe yang
disebut kelenjar soliter, berfungsi sebagai perlindungan terhadap infeksi. Di
dalam ileum, nodula ini membentuk tumpukan kelenjar yang terdiri atas 20-30
kelenjar soliter.
Fungsi usus
halus pada umumnya adalah mencerna dan mengabsorpsi di dalam usus halus, yaitu
pada duodenum, dan di sini terjadi absorpsi besi, kalsium dengan bantuan
vitamin B, vitamin A,D,E, dan K dengan bantuan empedu dan asam folat.
5Usus besar
Usus besar atau juga disebut sebagai
kolon, merupakan sambungan dari usus halus yang dimulai dari katup ileokolik
atau ileosaekal yang merupakan tempat lewatnya makanan. Usus besar memiliki
panjang kurang lebih 1,5 m. kolon terbagi atas asenden, transversum, desende,
sigmoid, dan berakhir di rectum yang panjangnya kira-kira 10 cm dari usus
besar. Dimulai dari kolon sigmoideus dan berakhir pada saluran anal. Tempat
kolon asenden membentuk belokan tajam di abdomen atas bagian kanan disebut
fleksura hepatis, sedang tempat kolon transversum membentuk belokan tajam di
abdomen atau bagian kiri disebut fleksura lienalis.
Fungsi utama usus besar adalah
mengabsorpsi air (kurang lebih 90%), elektrolit, vitamin, dan sedikit glukosa.
Kapasitas absorpsi air kurang lebih 5000cc/hari. Flora yang terdapat dalam usus
besar berfungsi untuk menyintesis vitamin K dan B serta memungkinkan pembusukan
sisa-sisa makanan.
Istilah gizi berasal dari bahasa
Arab GIZAWI yang berarti nutrisi. Oleh para ahli diubah menjadi gizi. Gizi
adalah subtansi organik dan non organik yang ditemkan dalam makanan dan
dibutuhkan oleh tubuh agar dapat berfungsi dengan baik.
Manusia memerlukan asupan makanan
guna memperoleh zat-zat penting yang di kenal istilah nutrisi. Nutrisi
berfungsi untuk memperbaiki jaringan tubuh, mengatur proses dalam tubuh,
sebagai sumber energi, serta untuk melindungi tubuh dari serangan penyakit.
Dengan demikian, fungsi utama nutrisi adalah untuk memberikan energi bagi
aktivitas tubuh, membentuk struktur kerangka, dan jaringan, serta mengatur
berbagai proses kimia di dalam tubuh.
Dalam konsep dasar nutrisi di kenal
istilah nutrien. Nutrien adalah substansi organik dan anorganik khusus yang
terdapat dalam makanan yang diperlukan tubuh agar dapat menjalankan fungsinya.
Nutrien mempunyai 3 fungsi utama:
1 1. Menyediakan
energi untuk proses dan pergerakan tubuh.
2 2. Menyediakan
‘struktur material” utuk jaringan tubuh seperti tulang dan otak.
3 3. Mengatur
proses tubuh.
· Status Nutrisi Optimal
Sering disebut energi balance yaitu
jumlah energi yang di konsumsi di kurangi energi yang dikeuarkan. Positif
energy balance (input>Output,Negative energy balance, Input<Output)
· Energi Input
Yang dimaksud energi input mencangkup:
a 1.Sumber
energi: karbohidrat, protein, lemak
b 2. Alat ukur: calori/joule
c 3.
Calori,
panas yang diperlukan untuk meningkatkan suhu 10 C dari 1 gram air.
d 4. Kilo calori,
jumlah energi panas yang diperlukan untuk meningkatkan suhu 10C dari
1 kilogram
air.
· Energi Output
Energi output meliputi:
a 1.energi
output merupakan energi yang dikeluarkan oleh tubuh agar jaringan dan organ
berfungsi
b 2.sumber
energi: ikatan molekul-molekul phosphat ATP dari hasil proses metabolisme tubuh
yang
mengandung tinggi energi
· Keperluan Energi
Keperluan energi ditentukan 2 hal, sebagai berikut:
a 1.BMR (Basal
Metabolisme Rate)
Merupakan reaksi kimia yang terjadi saat tubuh dalam
keadaan istirahat.
BMR adalah jumlah calori yang dihabiskan setiap jam
oleh tubh dalam keadaan istirahat.
BMR = calori/meter/jam
-
Pria = 1,0
Kcal/Kgbb/jam
- Wanita = 0,9
Kcal/Kgbb/jam
(sumber=
internet)
b 2. Jumlah
energi lain yang dihabiskan dalam keadaan aktif.
Fungsi energi adalah:
- Menyediakan energi untuk proses dalam tubuh dan
latihan aktifitas
- Menyediakan struktur materi untuk jaringan tubuh
misalnya tulang dan otot tubuh
- mengatur proses tubuh lainnya.
Elemen Nutrisi
Elemen
nutrisi terdiri atas
* AIR
Air merupakan komponen terbesar yang diperlukan oleh tubuh. Air meliputi
60%-80% berat badan individu dewasa dan 80% berat badan bayi(Potter dan
Pery,1992). Individu dewasa dapat kehilangan cairan ±2-3 liter/hari
melalui keringat, urine, dan pernafasan. Individu dewasa rata-rata memerlukan
6-8 gelas air/ hari. Fungsi air bagi tubuh untuk membantu proses atau reaksi
kimia dalam tubuh serta berperan mengontrol temperature tubuh.
Tabel
keseimbangan cairan pada pria deawasa di daerah iklim sedang
Asupan(input)
|
Ml/hari
|
Haluran
(output)
|
Ml/hari
|
Minuman
|
1300
|
Uine
|
1500
|
Makanan
|
900
|
Keringat
|
550
|
Oksidasi nutrisi
|
300
|
Penguapan
Tinja
|
350
100
|
Total
|
2500
|
total
|
2500
|
* KARBOHIDRAT
Karbohidrat
merupakan kelompok nutrien yang berfungsi sebagai sumber energy bagi tubuh,
sebagai penghasil lemak, sebagai pasangan protein.
Jenis-jenis karbohidrat:
·
Monosakarida
(C6H12O6)
·
Laktosa
:terdapat pada buah-buahan
·
Fruktosa
:terdapat pada buah-buahan, madu, tebu
·
Galaktosa
:tidak ditemukan dalam keadaan aslinya. Akan di temukan jika laktosa dipecah.
·
Disakarida
(C12H22O11)
·
Sukrosa
:terdapat dalam tebu
·
Laktosa
:terdapat pada susu
·
Maltosa
:tidak terdapat dialam bebas, diperoleh dari hindolisis amilum dengan bantuan
enzim diatase.
3*
PROTEIN
Protein adalah kimia hasil hidrolis
dari pencernaan yang merupakan unsur pokok untuk membangun kembali asam amino.
Asam amino disimpan dalam jaringan dalam bentuk hormon. Protein berfungsi
mempertahankan dan menganti sel-sel yang rusak. Setiap 1 gram proten
menghasilkan 4 Kkal.
12 jenis asam amino yang umum
ditemukan dalam protein 8 diantaranya merupakan asam amino esensial. Asam amino
yang tidak dapat disintensis oleh tubuh. oleh karena itu di dapat dari makanan.
Sumber protein antara lain daging,
telur, ayam, ikan dll. Masalah defisien protein yang hebat menyebabkan penyakit
yang disebut kwashiokor.
4* LEMAK
Lemak adalah kelompok zat kimi
organic yang berminyak dan tidak bias tercampur dengan air tetapi bisa
tercampur dengan alcohol. Zat kimia ini adalah lipid. Elemen yang terdapat pada
lemak adalah karbon, hydrogen, oksigen. Lemak tunggal disebut Tri gliserit. 1
gr lemak akan menghasilkan 9 kkal/38kJ. Proses terbentuknya lemak disebut
lipogenesis.
Fungsi lemak antara lain sebagai sumber energy, sumber asam lemak esensial,
menyerp vitamin larut lemak.
Sumber lemak bias didapat dalam metega, keju, daging
sapi, kacang tanah, ikan cord, susu.
5* VITAMIN
Vitamin ialah senyawa organic yang
idak dapat dibuat oleh tubuh dan diperlukan dalam jumlah besr sebagai
katalisator dalam proses etabolisme.
Vitamin secara umum dikelompokan
dalam:
a.Vitamin yang dapat
larut dlam lemak :Vit A,D,E,dan K.
b.Vitamin Vitamin yang larut dalam
air : Vit B dan C
6* MINERAL
Mineral adalah unsur kimia selain
karbon, hydrogen, oksigen dan nitrogen yang dibutuhkan oleh tubuh.
Mineral dikategorikan menjadi dua :
1 1. Makromineral
Yaitu seseorang memerlukan setiap harinya sejumlah
lebih 100 mg.
Contohnya
: Kalsium, pospor, sodium, potassium.
2 2. Mikromineral
Yaitu seseorang memerlukan setiap harinya sejumlah
kurang lebih100mg Contohnya:Besi,mangan,seng,sodium,iodium,cobalt,dll.
Mineral dapat dikelompokkan menjadi 4 kategori:
1.Bagian struktur jaringan
2,Membantu keseimbangan air dan asam basa
3.Bentuk komponen yang pnting molekul organic,beberapa
enzim,hormon,mengatur proses tubuh
4.Saraf tranmisi impulse saraf dan kontraksi otot
2.1.4 Kebutuhan Nutrisi sesuai tingkat perkembangan usia
1.Bayi
Yang
dimaksud bayi adalah usia 0-12 bulan. Kalori yang dibutuhkan sekitar 110-120
kalori/kg/hari. Kebutuhan cairan sekitar 140-160 ml/kg/hari. Bayi sebelu usia 6
bulan pemberian nutrisi yang pokok adalah air susu ibu. ASI sangat cocok
diberikan sampai umur minimal 4 bulan.
Adapun
keuntungan pemberian ASI adalah :
a.ASI
merrupakan nutrisi yang komplit
b. Dalam ASI terdapat laktobasilus bilidus adalah
mikroorganisme dalam ASI yang bermanfaat untuk menghambat pertumbuhan
mikroorganisme yang berbahaya dalam intesnial.
c. Protein
dalam ASI banyak
d. ASI
mengandung lipose untuk membantu bayi yang imatur dalam pencerrnaan lemak.
2.Masa anak tolder (1-3 th) dan pra
sekolah (3-5 th)
Masa anak penting untuk mendidik pola makan yang benar.
Kebiasaan yang sebaiknya diajarkan pada usia ini
antara lain:
a. penyediaan
makanan dalam berbagai variasi
b. membatasi
makanan manis
c. konsumsi
diet yang seimbang
Kebutuhan
kalori pada anak usia 1 tahun = 100kcal/hari dan anak usia 3 tahun 300-500
kcal/hari.
3.Anak sekolah (6-12 th)
Pola makanan
pada usia ini perlu diperhatikan, karena pada sia ini anak-anak senang makanan
yang dijual di luar rumah.
Kebutuhan
nutrisi anak berdasarkan golongan umur dalam tahun :
Usia
|
Kalori
|
Protein
|
Cal
|
Fe
|
Vit A
|
Vit B
|
Vit C
|
10-12
|
1900
|
60
|
0,75
|
8
|
2500
|
0,7
|
25
|
7-9
|
1600
|
50
|
0,75
|
7
|
2500
|
0,6
|
25
|
5-6
|
1400
|
40
|
0,50
|
6
|
2500
|
0,6
|
25
|
Tahun
|
Cal
|
dr
|
dr
|
Mg
|
U
|
Mg
|
Mg
|
4. Masa adolescents remaja (13-21
th)
Kebutuhan
kalori, protein, mineral, dan vitamin sangat tinggi berkaitan dengan proses
pertumbuhan.
Lemak tubuh meningkatkan akan mengakibatkan obesitas
sehingga akan menimbulkan stress terhadap body image yang terdapat
mengakibatkan masalah kesehatan.
5.Masa dewasa muda (23-30 th)
Kebutuhan nutrisi pada usia ini un tuk proses pertumbuhan, proses pemeliharaan
dan pebaikan tubuh, mempertahankan keadaan gizi.
6. Masa dewasa (31-45 th)
Masa dewasa masa produktif kususnya terkait dengan aktifitas fisik, karena umur
ini merupakan puncak untuk aktifitas hidup terutma dalam aktifitas bekerja.
Kebutuhan nutrisi dibedakan antara tingkat pekerjaan ringan, berat, sedang.
7.Dewasa tua (46 th keatas)
Kebutuhan unsur-unsur gizi sudah jauh berkurang, pada usia lanjut maka BMR akan
berkurang 10-30%. Maka aktifitas mengalami degenerative
8. Wanita masa kehamilan menyusui
Wanita hamil dan ibu menyusui sangat memerlukan makanan yang baik dan cukup.
Sebagai bahan pertimbangan untuk dapat menghasilkan 1 liter ASI harus
menyediakan kalori sebanyak 150 kal sedangkan ASI meagandung 75 kal,12 gr
protein, 45 gr lemak laktosa vitamin dll.
Kebutuhan gizi untuk ibu hamil dan
menyusui
Jenis kebutuhan
|
Ibu hamil
|
Ibu menyusui
|
Kalori
|
2500 gr
|
300 gr
|
Protein
|
85gr
|
100 gr
|
Calsium
|
1,5 gr
|
2gr
|
Ferum
|
15 gr
|
15 gr
|
Vit A
|
8000 U.I
|
8000 U.I
|
Vit B
|
1,8 mg
|
2,8 mg
|
Vit C
|
100 mg
|
150 mg
|
Riboflavin
|
2,5 mg
|
3 mg
|
Vit D
|
400-800
U.I
|
400-800
U.I
|
Air
|
6-8 gelas
|
6-8 gelas
|
Faktor yang mempengaruhi kebutuhan nutrisi
a. Pengetahuan
Pengetahuan
yang kurang tentang manfaat makanan bergizi dapat mempengaruhi pola konsumsi
makanan.
b. Prasangka
Prasangka buruk terhadap beberapa jenis bahan makanan bergizi tinggi dapat
mempengaruhi status gizi seseorang.
c. Kebiasaan
adanya kebiasaan yang merugikan atau pantangan terhadap makanan tertentu juga
dapat mempengaruhi ststus gizi.
d. Kesukaan
Kesukaan yang berlebihan terhadap suatu jenis makanan dapat mengakibatkan
kurangnya vaiasi makanan sehingga tubuh tidak memperoleh zat-zat yang
dibutuhkan secara cukup.
e. Ekonomi
Status ekonomi seseorang dapat merubah status gizi seseorang karena penyediaan
makanan bergizi, menbutuhkan pendanaan yang tidak sedikit.
Asuhan Keperawatan Nutrisi
Pengkajian
Pengkajian
merupakan dasar utama proses keperawatan, pengkajian data terhadap pasien harus
sistematis dan akurat. Dengan pengkajian dapat menentukan aktifitas untuk
memecahkan masalah klien dan digunakan sebagai sumber data dasar yaitu data
fisiologis, psikologis, sosiobudaya, perkembangan, dan spiritual.
Untuk mengkaji status nutrisi pasien
dipaparkan pendekatan ABCD, yaitu:
a Anthropolometric measurement
Tujuan pengukuran ini adalah
mengevaluasi pertumbuhan dan mengkaji status nutrisi serta ketersediaan energi
tubuh.
Pengukuran anthopometrik terdiri
atas:
1 1.Tinggi badan
Pengukuran tinggi badan pada
individu dewasa dan alita dilakukan dalamposisi berdiri tanpa alas
kaki,
sedangkan pada bayi pada posisi terbaring. Satuan tinggi badan adalah cm atau
inchi.
2 2. Berat badan
Alat ukur berat badan yang lazim
digunakan adalah timbangan manual, meskipun ada alat ukur
yang mengunakan
sistem digital elektrik. berat badan
yang ideal: (TB-100)± 10&. Hal-hal yang
harus diperhatikan dalam mengukur
berat badan:
a a. Alat ukur
skala ukur yang digunakan tetap sama setiap kali menimbang
b.Menimbang
tanpa alas kaki
c
c.Pakaian
diusahakan tidak tebal dan relatif sama beratnya setiap kali menimbang
d.Waktu (jam)
penimbangan relatif sama, misalnya sebelum dan sesudah makan
3 3.Tebal
lipatan kulit
Bertujuan untuk menentukan
presentase lemak pada tubuh, mengkaji kemungkinan malnutrisi,
berat badan
normal, atau obesitas. Area yang sering digunakan untuk pengukuran ini adalah
lipatan kulit trisep (trisep skinfold [TSF] skapula, dan suprailiaka.
Hal-hal yang perlu diperhatikan
dalam pengukuran antara lain:
a 4. Anjuran
klien unutk membuka baju guna mencegah kesalahan pada hasil pengukuran
b 5. Perhatikan
selalu privasi dan rasa nyaman klien
c 6. Dalam
pengukuran TSF, utamakan lengan klien yang tidak dominan
d 7. Pengukuran
TSF dilakukan pada titik tengah lengan atas, antara akronim dan olekranon
e 8. .Klien
dianjurkan untuk rileks saat pengukuran
f.
Alat ukur
yang digunakan adalah kapiler
g. Nilai normal
wanita : 16,5-18 cm
Pria
: 12,5-16,5cm
4. Lingkar
Tubuh
Umumnya area tubuh yang digunakan
untuk pengukuran ini kepala, dada, dan otot bagian lengan
atas.
b. Pemeriksaan
Biokimia
dalam
pengkajian nutrisi umumnya digunakan nilai – nilai biokimia seperti kadar total
limfosit, serum albumin, zat besi, serum transferrin, kreatinin, hemoglobin
hematokrit, keseimbangan nitrogen dan tes antigen kulit.
No
|
Nama senyawa kimia
|
Kadar normal
|
1
|
Hematokrit
:
Laki –
laki
perempuan
|
( vol %
red cells )
40 -54 %
37 -47 %
|
2
|
Hemoglobin
Laki –
laki
perempuan
|
14 -17
g/dl
12 -15
g/dl
|
3
|
nilai
total limfosit
|
1500 –
3000/mm3
|
4
|
Serum
albumin
|
4.0 -5.5
g/dl
|
5
|
Kapasitas
total serum zat besi
|
250 -410 %
|
c. Clinical sign of nutrional status
Klien dengan maslah nutrisi akan
memperhatikan tanda-tanda abnormal tersebut bukan saja pada organ-organ
fisiknya tetapi juga fisiologisnya. Tanda-tanda klinik untuk mengetahui status
individu:
Organ /
sistem tubuh
|
Tanda
normal
|
Tanda abnormal
|
Rambut
|
Licin, berkilau, baik kering atau berminyak
|
Kusam, rontok, tumbuh tidak sempurna
|
Kulit
|
Halus, sedikit basah, tugor baik
|
Kering, pecah-pecah, bersisik
|
Mata
|
Bersih an bersinar, konjuntiva tidak pucat
|
Tidak bercahaya, konjungtiva pucat
|
Cardiovaskuler
|
HR, tensi, nadi, irama jantung teratur
|
HR, tensi tidak normal, irama jantung tidak teratur
|
Otot-otot
|
Kuat dan berkembang biak
|
Lembek dan berkembang tidak baik
|
Gastrointestinal
|
Nafsu makan baik, BAB/BAK teratur dan normal
|
Nafsu makan kurang, diare, sulit menelan, konstipasi
|
Aktifitas
|
Bersemangat, giat dan tidur normal
|
Energi kurang, lemah, susah tidur
|
Neurologi
|
Refleks normal, emosi dan perhatian baik
|
Refleks kurang, iritable, perhatian kurang, dan
emosi labil
|
Clinikal singn gangguan nutrisi di
golongkan sebagai berikut:
1. Protein calorie malnutrision (PCM/PEM)
Suatu kondisi status nutrisi buruk
akibat kekurangan kualitas dan kuantitas konsumsi nutrisi, dengan kateggori
sebagai berikut:
a.
PCM/PEM
ringan
BB kurang dari 80% dari BB normal sesuai umur
b. PCM/PEM
sedang
60% dari BB normal sesuai umur Sd 80% dari BB normal
c.
PCM/PEM
berat
BB kurang dari 60% dari BB normal sesuai umur
2. Kwashior
Malnutrisi yang terjadi akibat diet
protein yang tidak adekuat pada bayi ketika sudah tidak mendapatkan ASI.
Defisiensi protein dapat berakibat: retardasik metal, kemunduran, apatis,
edema, otot-otot tidak tumbuh dll. Tanda klinis kwashiokor:
a.
Odem
b. Gangguan
pertumbuhan
c.
Perubahan
kejiwaan
d. Otot tumbuh
terlihat lemah
3. Maramus
Sindrom akibat defisiensi calorie d protein.
Defisiensi kalori dan protein berakibat: kelaparan, hilangnya jaringan-jaringan
tubuh, BB < dari normal, diare
PCM juga berakibat kurang baiknya penanganan klien
selama menjalani proses perawatan di berbagai fasilitas kesehatan
4. Obesitas
Status obesitas dapat ditegakkan apabila berat badan
lebih dari normal (20-30%>normal)
5. Over weight
Suatu keadaan berat badan 10% melebihi berat badan
ideal
d. Dietery history
Masyarakat pada umumnya pernah
melakukan diet. Akan tetapi cara ini hanya merangsang pengeluaran cairan, bukan
perubahan kebiasaan makanan (Moore Courney, Mary, 1997). Pola makan dan
kebiasaan makan dipengaruhi oleh budaya, latar belakang, status sosial ekonomi,
aspek psikologi. Faktor yang perlu dikaji dalam riwayat konsumsi nutrisi/diet
klien:
Pola diet/makan
|
Vegetarian, tidak makan ikan laut, dll
|
Pengetahuan tentang nutrisi
|
Penentuan tingkat pengetahuan klien mengenai
kebutuhan nutrisi
|
Kebiasaan Makanan
|
MI melihat bersama-sama, makan sambil mendengarkan
musik, makan sambil melihat televisi
|
Makanan kesukaan
|
Suka makan lalap, suka sambel, suka coklat, suka
roti
|
Pemasukan cairan
|
Jumlah cairan tiap hari yang diminum, jenis minuman,
jarang minum
|
Problem diet
|
Sukar menelan, kesulitan mengunyah
|
Tingkat aktivitas
|
Jenis pekerjaan, waktu bekerja siang/malam, perlu
makanan tambahan atau tidak
|
Riwayat kesehatan/ pengkomsumsian obat
|
Adanya riwayat penyakit diabetus melitus, adanya
alergi
|
2.2.2 Diagnosis Keperawatan
Diagnosis
keperawatan yang dapat terjadi pada masalah kebutuhan nutrisi adalah:
1. Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
Definisi: keadaan
dimana intake nutrisi kurang dari
keadaan metabolism tubuh
· Kemungkinan
ditemukan data:
a.
Meningkatkan
kebutuhan kalori dan kesulitan mencerna secara berkelanjutan akibat penyakit
infeksi, luka bakar, ataupun kanker
b. Disfagia
akibat kelumpuhan serebral
c.
Penurunan
absorpsi nutrisi akibat toleransi laktosa
d. Penurunan
nafsu makan
e.
Sekresi
berlebihan, baik melalui latihan fisik, muntah, diare, ataupun pengeluaran
lainnya
f.
Ketidakcukupan
absorpsi akibat efek samping obat atau lainnya
g. Kesulitan
mengunyah
· Masalah
klinik yang berhubungan dengan:
a.
Anoreksia
nervosa
b. AIDS
c.
Pembedahan
d. Kehamilan
e.
Kanker
f.
Anemia
g. Marasmus
2. Perubahan nutrisi lebih dari kebutuhan nutrisi
Definisi: klien
dengan risiko atau actual mengkonsumsi makanan melebihi dari kebutuhan
metabolism tubuh
· Kemungkinan
data yang ditemukan:
a. Perubahan
pola kenyang akibat efek obat atau radiasi
b. Penurunan
fungsi pengecap atau penciuman
c. Kurangnya
pengetahuan tentang nutrisi
d. Penurunan
kebutuhan metabolisme
e. Kelebihan
asupan
f. Perubahan
gaya hidup
·
Kondisi
klinis kemungkinan terjadi pada:
a. Obesitas
b. Hipotiroidesme
c. Klien dengan
pemakaian kortikosteroid
d. Imobilisasi
2.2.3 Perencanaan
Tujuan
:
1. Meningkatkan
nafsu makan apabila nutrisi kurang
2. Membantu
memenuhi kebutuhan nutrisi
3. Mempertahankan
nutrisi melalui oral atau parental
Rencana
tindakan :
1. Monitor
perubahan factor yang menyebabkan terjadinya kekurangan kebutuhan nutrisi atau
kelebihannya dan status kebutuhan nutrisi
2. Kurangi
factor yang mempengaruhi perubahan nutrisi
3. Ajarkan
untuk merencanakan makanan
4. Kaji tanda
vital dan bising usus
5. Monitor
glukosa, elektrolit, albumin, dan hemoglobin
6. Berikan
pendidikan tentang cara diet, kebutuhan kalori, atau tindakan lainnya.
Tindakan pada gangguan kekurangan nutrisi secara umum
dapat dilakukan dengan cara:
·
Mengurangi
kondisi atau gejala penyakit yang menyebabkan penurunan nafsu makan
·
Memberikan
makanan yang disukai sedikit demi sedikit tetapi sering memperhatikan jumlah
kalori dan tanpa kontraindikasi
·
Menata
ruangan senyaman mungkin
·
Menurunkan
stress psikologis
·
Menjaga
kebersihan mulut
·
Menyajikan
makanan mudah dicerna
·
Hindari
makanan yang mengandung gas
Tindakan pada gangguan obstruksi mekanis secara umum
dapat dilakukan dengan cara:
· Lakukan
kebersihan mulut segera dengan kumur-kumur menggunakan minuman bikarbonat
rendah kalori atau 1/2 atau 1/4
larutan hiderogen peroksida dan air sebagai pembersih mulut
· Ajarkan
teknik mempertahankan nafsu makan dengan mengubah variasi dan kepadatan seperti
jus atau sop kental
· Gunakan
suplemen tinggi kalori atau protein
Tindakan pada gangguan kesulitan makan secara umum
dapat dilakukan dengan cara :
· Atur posisi
seperti duduk tegak 60-90 derajat pada kursi atau ditepi tempat tidur
· Pertahankan
posisi selama 10-15 menit
· Fleksikan kepala
ke depan pada garis tengah tubuh 45 derajat untuk mempertahankan kepatenan
esophagus
· Mulai dari
jumlah yang kecil
· Anjurkan
untuk membersihkan mulut, hindari makanan yang pedas atau asam, makanan
berserat (sayuran mentah), dan rendam makanan kering agar lunak
Tindakan pada gangguan kelebihan nutrisi secara umum
dapat dilakukan dengan cara:
· Hindari
makanan yang mengandunf lemak
· Berikan
motivasi untuk menurunkaanberat badan
· Lakukan
program olah raga
2.2.4 Implementasi
1. Pemberian Nutrisi Melalui Oral
Pemberian nutrisi
melaui oral merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien yang tidak
mampu memenuhi kebutuhan nutrisi secara sendiri dengan cara membantu
memberikan makan.nutrisi melalui oral (mulut), bertujuan memenuhi
kebutuhan nutrisi pasien dan membangkitkan selera makan pada klien.
Alat dan Bahan:
1.
Piring
2.
Sendok
3.
Garpu
4.
Gelas
5.
Serbet
6.
Mangkok cuci
tangan
7.
Pengalas
8.
Jenis diet
Prosedur kerja:
1.
Cuci tangan
2.
Jelasksn
prosedur yang akan dilakukan
3.
Atur posisi
klien
4.
Pasang
pengalas
5.
Anjurkan
klien untuk berdoa sebelum makan
6.
Bantu untuk
melakukan makan dengan cara menyuapkan makanan sedikit demi sedikit dan berikan
minum sesudah makan
7.
Setelah
selesai, bersihkan mulut klien dan anjurkan untuk duduk sebentar
8.
Cacat hasil
atau respon pemenuhuan terhadap makan
9.
Cuci tangan
2. Pemberian Nutrisi Melalui Pipa
Penduga/Lambung
Pemberian nutrisi melalui pipa penduga/lambung
merupakan tindakan keperawatan yang dilakukan pada klien yang tidak mampu
menelan dengan cara memberi makan melalui pipa lambung atau pipa penduga.
Tujuannya untuk memenuhi kebutuhan nutrisi klien.
Alat dan Bahan:
1. Pipa penduga
dalam tempatnya
2. Corong
3. Spuit 20 cc
4. Pengalas
5. Bengkok
6. Plester,
gunting
7. Makana dalam
bentuk cair
8. Air matang
9. Obat
10. Stetoskop
11. Klem
12. Baskom
berisi air (kalau tidak ada stetoskop)
13. Vaselin
Prosedur kerja:
1. Cuci tangan
2. Jelaskan
prosedur yang akan dilakukan
3. Atur posisi
klien dengan posisi semiflower
4. Bersihkan
daerah hidung dan pasangkan pengalas di daerah dada
5. Letakkan bengkok
di dekat klien
6. Tentukan
letak pipa penduga dengan cara mengukur panjang pipa dari epigastinum sampai
hidung kemudian dibengkokkan ke telinga dan beri tanda batasnya
7. Berikan
vaselin pada ujung pipa dan klem pangkal pipa tersebut lalu masukkan melalui
hidung secara perlahan-lahan sambil klien dianjurkan untuk menelannya
8. Tentukan
apakah pipa tersebut benar-benar sudah masuk ke lambung dengan cara:
· Masukkan
ujung selang yang diklem ke dalam baskom yang berisi air (klem dibuka), perhatikan
bila ada gelembung maka pipa masuk ke paru, dan jika tidak ada gelembung maka
pipa masuk ke lambung. Setelah itu diklem atau dilipat kembali
· Masukkan
udara dengan spuit ke dalam lambung melalui pipa tersebut dan dengarkan dengan
stetoskop. Bila di lambung terdengar bunyi, berarti pipa tersebut sudah masuk,
setelah itu keluarkan udara yang ada didalam sebanyak jumlah yang dimasukkan
9. Setelah
selesai, maka lakukan tindakan pemberian makanan dengan cara pasang corong atau
spuit pada pangkal pipa
10. Masukkan air
matang ± 15 cc pada awal dengan cara dituangkan lewat pinggirnya
11. Berikan
makanan dalam bentuk cair yang tersedia, setelah itu bila ada masukkan obat dan
beri minum lalu pipa penduga diklem
12. Catat hasil
tau respons klien selama pemberian makanan
13. Cuci tangan
3. Pemberian Nutrisi Melalui
Parenteral
Pemberian nutrisi
melalui parenteral merupakan pemberian nutrisi berupa cairan infuse yang
dimasukkan ke dalam tubuh melalui darah vena, baik secara sentral (untuk nutrisi
parenteral total) ataupun vena perifer (untuk nutrisi parental parsial).
Pemberian nutrisi melalui parental dilakukan pada klien yang tidak bias makan
melalui oral atau pipa nasograstik dengan tujuan untuk menunjang nutrisi
sentral yang hanya memenuhi sebagian kebutuhan harian.
1.
Nutrisi
Parenteral Parsial
Merupakan pemberian sebagian kebutuhan nutrisi melalui intravena. Sebagian
kebutuhan nutrisi harian pasien masih dapat di penuhi melalui enteral.
Cairannya yang biasa digunakan dalam bentuk dekstrosa atau cairan asam amino.
2.
Nutrisi
Parenteral Total
Merupakan pemberian nutrisi melalui intravena dimana kebutuhan nutrisi
sepenuhannya melalui cairan infuse karena keadaan saluran pencernaan klien
tidak dapat digunakan. Cairan yang dapat digunakan adalah cairan yang
mengandung karbohidrat seperti Triofusin E 1000, cairan ini yang mengandung
asam amino seperti Pan Amin G, dan cairan yang mengandung lemak seperti
intralipid
3.
Jalur
pemberian nutrisi parenteral dapat melalui vena sentral untuk jangka waktu lama
dan melalui vena perifer.
(Hidayat,AAA & Uliyah, M, 2005)
2.2.5 Evaluasi
1. Meningkatkan
nafsu makan ditunjukkan dengan adanya kemampuan dalam makan serta adanya
perubahan nafsu makan apabila terjadi kurang dari kebutuhan.
2. Terpenuhinya
kebutuhan nutrisi ditunjukkan dengan tidak adanya tanda kekurangan atau
kelebihan berat badan
3. Mempertahankan
nutrisi melalui oral atau parenteral ditunjukkan dengan adanya proses
pencernaan makanan yang adekuat
0 komentar:
Post a Comment